Setiap detik dalam setiap menit di dalam setiap jam untuk setiap harinya, manusia akan mengalami hal-hal yang tak pernah dia alami sebelumnya. Mengenal orang lain tidak lebih penting dibandingkan mengenal diri sendiri. Didalam setiap perjalanan kehidupan manusia di tuntut untuk memilih. Kehidupan yang penuh pilihan ini tidak menuntut kita harus memilih yang benar. Karena kesalahan hanyalah milik manusia dan manusia yang dapat melakukannya.
Tidak semua hal tentang saya akan saya paparkan disini. Kehidupan saya hanya untuk saya dan Tuhan saya. Saya hidup dalam bekapan orang tua yang sangat mencintai saya. Tanpa pernah merasa cukup dalam mensyukurinya saya berterima kasih pada Tuhan atas pemberian orang tua yangvluar biasa untuk saya. Setiap manusia akan mati pada waktunya, jangan merasa tidak adil bahwa orang yang kamu sayang meninggalkanmu lebih dulu. Selipkan rasa syukur bahwa ternyata Tuhanmu mengasihinya, menjaga dalam bekapannya bukankah itu hal yang sangat menggembirakan? Doakan saja semoga bekapan itu menghangatkan. Itulah yang saya lakukan ketika harus kehlangan laki-laki pertama yang saya cintai di dunia ini, PAPA, begitu saya memanggilnya.
Belajar dalam sebuah Universitas dan hampir 4,5 tahun belum menuntaskannya membuat saya harus menerima rasa malu, rasa penyesalan, dan rasa keresahan.
Menjadi anak sulung dan anak bungsu tentunya ada tanggung jawab besar untuk saya. Menjaga ibu, mencari menantu untuk ibu, menjadi ibu dari cucu-cucu dari ibu, dan menjadi anak yang berbakti pada ibu itu tujuan yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan perjuangan ibu.
Kehidupan saya bukan untuk dipamerkan kepada orang lain. Hanya milik saya dan Tuhan saya, jika Tuhan mengijinkan anda akan melihatnya sendiri.. dan berarti ada mengenal saya.
Salam dari Pemilik...